Kisah Mereka..

Disini aku ingin menceritakan kisah yang mungkin bisa dibilang kisah mengharukan, memilukan, dan ini diangkat dari kisah nyata, menurut penuturan seseorang..

Hidup tak dapat ditebak, kita hanya bisa berusaha untuk memanfaatkan tiap waktu yang ada untuk bersyukur, bahwa kita diberikan kehidupan yang sangat sempurna, karena kita dihidupkan sebagai manusia..

Pertama, aku akan menceritakan bahwa ini kisah tentang seorang pemuda dari keluarga tidak mampu, memiliki satu ayah dan dua orang ibu, dia anak bungsu dari 14 bersaudara.. saking kurang mampunya, hingga dia berumur belasan tahun, dia hidup bersama keponakannya di suatu gubuk kepunyaan ayahnya, sedangkan ayah dan kedua ibunya tinggal di desa,,

Semangatnya untuk bersekolah membuatku terkagum-kagum, bagaimana tidak, setiap pagi dia harus mencari rumput untuk diberikan kepada pamannya, setelah itu baru berangkat sekolah, tanpa sepatu, tanpa alas kaki..

Sampai akhirnya dia tamat SMP, dengan berbekal uang sedikit dari kakaknya dan semangatnya untuk meneruskan sekolah SMA di pusat kota pulau yang dtinggalinya..

Cita-citanya sungguh mulia.. dia ingin menjadi dokter.. usut punya usut, ternyata sampai dia tamat SMP, kakak2nya banyak yang meninggal akibat sakit,, dia ingin menyembuhkan penyakit di keluarganya,,

Sampai di denpasar, ternyata SMA negeri sangat susah didapatkan, ini dikarenakan uang yang dia punya sangat pas-pasan..

Menyedihkan,, (maap, aku berhenti mengetik sejenak, tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya terluntang lantung di kota besar, dengan uang yang pas-pasan, tak ada keluarga, tak ada teman, dan tak tau arah tujuan.. )

oke, well, ceritanya tak hanya sampai dsitu saja..

akhirnya dengan penuh perjuangan, dia mendapatkan sekolah di sekolah teknik mesin, yah, mungkin memang bukan tujuan sebenarnya dia melanjutkan dsitu, tapi karena tidak ada sekolah negeri  yang bisa menampungnya, dia rela sekolah di STM.. dia tidak mungkin untuk kembali ke desa, karena jarak desa asal dengan kota sangat jauh..

setelah seharian berkeliling, akhirnya dia menemukan tempat kost yang murah dan nyaman untuk tempat tinggalnya,

disinilah kisah yang sebenarnya ingin aku ceritakan.. J

He looks a beautiful girl.. He fall in’ love with her,, J

Akan kuberi nama wanita itu “Sukma”..

sukma merupakan wanita yang manis, cantik, keibuan, dan sukma bersekolah disuatu sekolah kejuruan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal dia,,

Sepertinya sukma juga menyukai dia..

Dan akhirnya, merekapun berpacaran.. J J :D

Seiring berjalannya waktu, tibalah saatnya dia tamat Sekolah, namun sayang, karena terhalang dana, dia tidak bisa meneruskan kuliah kedokteran,,

Sukma ingin kekasihnya bisa sukses dalam karier, dengan bantuan kedua keluarga itu, akhirnya dia berangkat ke luar pulau untuk meneruskan pendidikan menjadi Abdi Negara,,

Sebelum dia berangkat, janji suci pun diikrarkan..

Dia dan sukma menikah… J

Sungguh sangat berbahagia..

*Jika aku ada saat itu, mungkin aku akan iri, bagaimana tidak, sepasang kekasih, tampan dan cantik menikah, dengan latarbelakang yang sama, agama yang sama, sifat baek yang dimiliki keduanya,,

aku yakin mereka pasti bahagiaa.. keluarga yang sangat bahagia..*

Sukma merupakan wanita yang tegar, dia mengikhlaskan kepergian suami tercintanya ke luar pulau untuk menjadi abdi Negara..

Beberapa bulan kemudian, dia kembali..

Dia berseragam cokelat, alangkah gagahnya..

Sungguh membuat semua keluarga kagum terhadapnya,, lelaki yang dari keluarga tidak mampu, merantau kekota untuk meneruskan pendidikan, dan akhirnya sukses menjadi seorang abdi Negara..

*terharu.. :’)

Sampai disitu saja?

Tidak!

Kisahnya masih berlanjut, beberapa bulan kemudian, dia harus dipindahkan lagi ke luar pulau..

Sukma yang saat itu telah bekerja di suatu penginapan hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan suaminya untuk pergi lagi meninggalkannya, karena itu sudah merupakan kewajiban suaminya,,

Sebenarnya dia takut meninggalkan sukma, karena sukma saat itu sedang Hamil.. hamil anak pertama mereka..

Dia sangat ingin menjadi ayah yang baik dan slalu siaga menjaga istri tercintanya,, namun apalah daya, dia harus pergi ke luar pulau..

*aku mulai menangis…*

………………………………

Aku tak ingin meneruskannya.. namun, aku harus meneruskan cerita ini…

……..

Terpisah pulau disaat istri hamil, membuat dia tidak konsentrasi dalam bertugas..

Dia selalu memikirkan keadaan istrinya..

Hanya surat menyurat yang bisa dilakukan, tidak maksimal memang, tapi harus bagaimana lagi, komunikasi saat itu hanya bisa surat2an..

Terkadang mertua dia memberikan makanan kesukaannya tiap bulan, namun itu butuh waktu 2 minggu untuk sampai..

Saat yang dinantikanpun tiba…

Sukma akan melahirkan.. melahirkan anak pertama..

Namun sayang, dia tidak mengetahui sukma akan melahirkan..

Hingga suatu ketika, dia bermimpi tidak enak.. sangat tidak enak.. dan diapun memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya, ingin menemui istri yang sangat dicintainya…

2 minggu perjalanan di laut, akhirnya dia sampai dirumah..

Sangat menyedihkan…

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

………………

Dia tidak menemui istrinya dan juga anaknya…

Karena ternyata mereka berdua telah dipanggil Tuhan…

From me, to remember them,

My mom and my sister in peace..

I know, they happy up there with My grandpa and my grandma..

We love u all,, especially our dad..

So proud, because He use her name to be my name,,

Sukma.. *SUKasih Made*

Leave a Comment

Sirosis Hati

Pendahuluan

Latar Belakang

Hati merupakan salah satu alat tubuh penting yang berperan dalam metabolism karbohidrat, lemak, dan protein. Sebagian besar hasil pencernaan setelah diabsorbsi, langsung dibawa ke hati untuk disimpan atau diubah menjadi bentuk lain dan diangkut kebagian tubuh yang membutuhkan. Hati merupakan tempat penyimpanan mineral berupa zat besi dan tembaga yang digunakan untuk pembentukan sel darah merah serta vitamin-vitamin larut lemak A, D, E, K. hati mengatur volume dan sirkulasi darah serta berperan dalam detoksifikasi obat-obatan dan racun-racun. Dengan demikian, kelainan atau kerusakan pada hati berpengaruh terhadap fungsi saluran cerna dan penggunaan makanan dalam tubuh sehingga sering menyebabkan gangguan gizi. Dua jenis penyakit yang sering ditemukan adalah hepatitis dan Sirosis Hati.

Di negara maju, Sirosis Hati merupakan penyebab kematian terbesar ketika pada pasien yang berusia 45 – 46 tahun (setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker). Diseluruh dunia Sirosis Hati menempati urutan ke tujuh penyebab kematian. Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Sirosis Hati merupakan kerusakan hati yang menetap, disebabkan oleh hepatitis kronis, alkohol, penyumbatan saluran empedu, dan berbagai kelainan metabolisme. Jaringan hati secara merata rusak akibat pengerutan dan pengerasan (fibrotik) sehingga fungsinya terganggu.

Perawatan di rumah sakit sebagian besar kasus terutama ditujukan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, koma peptikum, hepatorenal sindrom, dan asites, Spontaneous bacterial peritonitis serta Hepatosellular carsinoma. Gejala klinis dari Sirosis Hati sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala sampai dengan gejala yang sangat jelas. Gejala dari Sirosis Hati diantaranya kelelahan, kehilangan berat badan, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, dan jaundice. Apabila diperhatikan, laporan di negara maju, maka kasus Sirosis Hati yang datang berobat ke dokter hanya kira-kira 30% dari seluruh populasi penyakit ini, dan lebih kurang 30% lainnya ditemukan secara kebetulan ketika berobat untuk penyakit lain, sisanya ditemukan saat otopsi.

Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah mengetahui definisi, klasifikasi, etiologi, gejala klinis, komplikasi, dan penatalaksanaan penyakit Sirosis Hati.

Kegunaan

Kegunaan dari makalah ini diharapkan masyarakat umum mengetahui definisi, klasifikasi, etiologi, gejala klinis, komplikasi, dan penatalaksanaan penyakit Sirosis Hati, sehingga dapat mencegah sedini mungkin dari gejala-gejala Sirosis Hati yang timbul.


PEMBAHASAN

Definisi

Istilah Sirosis Hati diberikan oleh Laence tahun 1819, yang berasal dari kata hirros yang berarti kuning orange (orange yellow), karena perubahan warna pada nodul-nodul yang terbentuk. Pengertian Sirosis Hati dapat dikatakan sebagai berikut yaitu suatu keadaan disorganisasi yang difus dari struktur hati yang normal akibat nodul regeneratif yang dikelilingi jaringan mengalami fibrosis.

Secara lengkap Sirosis Hati adalah suatu penyakit dimana sirkulasi mikro, anatomi pembuluh darah besar dan seluruh sitem arsitektur hati mengalami perubahan menjadi tidak teratur dan terjadi penambahan jaringan ikat (fibrosis) disekitar parenkim hati yang mengalami regenerasi. Penderita Sirosis Hati lebih banyak dijumpai pada kaum laki-laki jika dibandingkan dengan kaum wanita sekita 1,6 : 1 dengan umur rata-rata terbanyak antara golongan umur 30 – 59 tahun dengan puncaknya sekitar 40 – 49 tahun.

Klasifikasi

Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis Hati atas tiga jenis, yaitu :

  1. Mikronodular
  2. Makronodular
  3. Campuran (memperlihatkan gambaran mikro dan makronodular)

Secara fungsional Sirosis Hati terbagi atas :

  1. Sirosis Hati kompensata: sering disebut dengan Laten Sirosis Hati. Pada atadiu kompensata ini belum terlihat gejala-gejala yang nyata. Biasanya stadium ini ditemukan pada saat pemeriksaan screening.
  2. Sirosis Hati Dekompensata: dikenal dengan Active Sirosis Hati, dan stadium ini biasanya gejala-gejala sudah jelas, misalnya: ascites, edema dan ikterus.

Etiologi

Adapun etiologi dari penyakit Sirosis Hati ini, diantaranya:

  1. Virus hepatitis
  2. Alkohol
  3. Kelainan metabolik :

a)    Hemakhomatosis (kelebihan beban besi)

b)    Penyakit Wilson (kelebihan beban tembaga)

c)    Defisiensi Alphal-antitripsin

d)    Glikonosis type-IV

e)    Galaktosemia

f)     Tirosinemia

  1. Kolestasis

Saluran empedu membawa empedu yang dihasilkan oleh hati ke usus, dimana empedu membantu mencerna lemak. Pada bayi penyebab sirosis terbanyak adalah akibat tersumbatnya saluran empedu yang disebut Biliary atresia. Pada penyakit ini empedu memenuhi hati karena saluran empedu tidak berfungsi atau rusak. Bayi yang menderita Biliary berwarna kuning (kulit kuning) setelah berusia satu bulan. Kadang bisa diatasi dengan pembedahan untuk membentuk saluran baru agar empedu meninggalkan hati, tetapi transplantasi diindikasikan untuk anak-anak yang menderita penyakit hati stadium akhir. Pada orang dewasa, saluran empedu dapat mengalami peradangan, tersumbat, dan terluka akibat Primary Biliary Sirosis atau Primary Sclerosing Cholangitis. Secondary Biliary Cirrosis dapat terjadi sebagai komplikasi dari pembedahan saluran empedu.

  1. Sumbatan saluran vena hepatica
    1. Sindroma Budd-Chiari
    2. Lelah jantung
    3. Gangguan Imunitas (Hepatitis Lupoid)
    4. Toksin dan obat-obatan (misalnya : metotetrexat, amiodaron, INH, dan lain-lain)
    5. Operasi pintas usus pada obesitas
    6. Kriptogenik

10.  Malnutrisi

11. Indian Childhood Cirrhosis

Gejala klinis

Manifestasi klinis dari Sirosis Hati disebabkan oleh satu atau lebih hal-hal yang tersebut di bawah ini :

  1. Kegagalan parenkim hati
  2. Hipertensi portal
  3. Ascites
  4. Ensefalophati hepatitis

Keluhan dari Sirosis Hati dapat berupa :

  1. Merasa kemampuan jasmani menurun
  2. Nausea, nafsu makan menurun dan diikuti dengan penurunan berat badan
  3. Mata berwarna kuning dan buang air kecil berwarna gelap
  4. Pembesaran perut dan kaki bengkak
  5. Perdarahan saluran cerna bagian atas
  6. Pada keadaan lanjut dapat dijumpai pasien tidak sadarkan diri (Hepatic Enchephalopathy)
  7. Perasaan gatal yang hebat

Seperti telah disebutkan diatas bahwa pada hati terjadi gangguan arsitektur hati yang mengakibatkan kegagalan sirkulasi dan kegagalan parenkim hati yang masing-masing memperlihatkan gejala klinis berupa :

1. Kegagalan Sirosis Hati

  1. Edema
  2. Ikterus
  3. Koma
  4. Spider Nevi
  5. Alopesia Pectoralis
  6. Ginekomastia
  7. Kerusakan Hati
  8. Asites
  9. Rambut pubis rontok
  10. Eritema Palmaris
  11. Atropi Testis
  12. Kelainan darah (Anemia, Hematon/Mudah Terjadi Perdarahan)

2. Hipertensi portal

  1. Varises Oesophagus
  2. Splenomegali
  3. Perubahan sum-sum tulang
  4. Caput Meduse
  5. Asites
  6. Collateral Veinhemorrhoid
  7. Kelainan sel darah tepi (Anemia, Leukopeni dan Trombositopeni)

Komplikasi

  1. Perdarahan gastrointestinal
  2. Hipertensi portal menimbulkan varises esopagus, dimana suatu saat akan pecah sehingga timbul perdarahan.
  3. Koma Hepatikum.
  4. Ulkus Peptikum
  5. Karsinoma hepatosellural. Kemungkinan timbul karena adanya hiperflasia noduler yang akan berubah menjadi adenomata multiple dan akhirnya menjadi karsinoma yang multiple.
  6. Infeksi. Misalnya : peritonisis, pnemonia, bronchopneumonia, tuberculosis paru, glomerulonephritis kronis, pielonephritis, sistitis, peritonitis, endokarditis, srisipelas, septikema
  7. Penyebab kematian

Penatalaksanaan

Pengobatan Sirosis Hati pada prinsipnya berupa :

  1. 1.    Simtomatis
  2. 2.    Supportif, yaitu :
    1. Istirahat yang cukup
    2. Pengaturan makanan yang cukup dan seimbang; misalnya: cukup kalori, protein 1gr/kgBB/hari dan vitamin
    3. Pengobatan berdasarkan etiologi

Misalnya pada Sirosis Hati akibat infeksi virus C dapat dicoba dengan interferon. Sekarang telah dikembangkan perubahan strategi terapi bagian pasien dengan hepatitis C kronik yang belum pernah mendapatkan pengobatan IFN seperti a). Kombinasi IFN dengan ribavirin, b). Terapi induksi IFN, c) Terapi dosis IFN tiap hari

  1. Terapi kombinasi IFN dan Ribavirin terdiri dari IFN 3 juta unit 3 kali seminggu dan RIB 1000-2000 mg perhari tergantung berat badan (1000mg untuk berat badan kurang dari 75kg) yang diberikan untuk jangka waktu 24-48 minggu.
  2. Terapi induksi interferon yaitu interferon diberikan dengan dosis yang lebih tinggi dari 3 juta unit setiap hari untuk 2-4 minggu yang dilanjutkan dengan 3 juta unit 3 kali seminggu selama 48 minggu dengan atau tanpa kombinasi dengan RIB.
  3. Terapi dosis interferon setiap hari. Dasar pemberian IFN dengan dosis 3 juta atau 5 juta unit tiap hari sampai HCV-RNA negatif di serum dan jaringan hati.

3. Pengobatan yang spesifik dari Sirosis Hati akan diberikan jika telah terjadi komplikasi seperti

  1. 1. Ascites
  2. 2. Spontaneous Bacterial Peritonitis
  3. 3. Hepatorenal Syndrome
  4. 4. Ensefalophaty Hepatic
  5. 1. Ascites

Dalat dikendalikan dengan terapi konservatif yang terdiri atas :

ü  Istirahat

ü  Diet rendah garam : untuk ascites ringan, dengan istirahat dan diet rendah garam dan penderita dapat berobat jalan dan apabila gagal maka penderita harus dirawat.

ü  Diuretik : Pemberian diuretik hanya bagi penderita yang telah menjalani diet rendah garam dan pembatasan cairan namun penurunan berat badannya kurang dari 1 kg setelah 4 hari. Mengingat salah satu komplikasi akibat pemberian diuretik adalah hipokalemia dan hal ini dapat mencetuskan encepalophaty hepatic, maka pilihan utama diuretik adalah spironolacton, dan dimulai dengan dosis rendah, serta dapat dinaikkan dosisnya bertahap tiap 3-4 hari, apabila dengan dosis maksimal diuresinya belum tercapai maka dapat kita kombinasikan dengan furosemid.

Terapi lain :

Sebagian kecil penderita asites tidak berhasil dengan pengobatan konservatif. Pada keadaan demikian pilihan kita adalah parasintesis. Mengenai parasintesis cairan asites dapat dilakukan 5-10 liter / hari, dengan catatan harus dilakukan infus albumin sebanyak 6 – 8 gr/l cairan asites yang dikeluarkan. Ternyata parasintesa dapat menurunkan masa opname pasien. Prosedur ini tidak dianjurkan pada Child’s C, Protrombin < 40%, serum bilirubin > dari 10 mg/dl, trombosit < 40.000/mm3, creatinin > 3 mg/dl dan natrium urin < 10 mmol/24 jam.

  1. 2. Spontaneus Bacterial Peritonitis (SBP)

Infeksi cairan dapat terjadi secara spontan, atau setelah tindakan parasintesa. Tipe yang spontan terjadi 80% pada penderita Sirosis Hati dengan ascites, sekitar 20% kasus. Keadaan ini lebih sering terjadi pada Sirosis Hati stadium kompesata yang berat. Pada kebanyakan kasus penyakit ini timbul selama masa rawatan. Infeksi umumnya terjadi secara Blood Borne dan 90% Monomicroba. Pada Sirosis Hati terjadi permiabilitas usus menurun dan mikroba ini beraasal dari usus.

Pengobatan SBP dengan memberikan Cephalosporins Generasi III (Cefotaxime),

secara parental selama lima hari, atau Qinolon secara oral. Mengingat akan rekurennya tinggi maka untuk Profilaxis dapat diberikan Norfloxacin (400mg/hari)

selama 2-3 minggu.

  1. 3. Hepatorenal Sindrome

Sindroma ini dicegah dengan menghindari pemberian diuretik yang berlebihan, pengenalan secara dini setiap penyakit seperti gangguan elektrolit, perdarahan dan infeksi. Penanganan secara konservatif dapat dilakukan berupa ritriksi cairan, garam, potassium, dan protein. Serta menghentikan obat-obatan yang nefrotoxic.

Manitol tidak bermanfaat bahkan dapat menyebabkan asifosis intra seluler. Diuretik dengan dosis yang tinggi juga tidak bermanfaat, dapat menyebabkan perdarahan dan shock. Pilihan terbaik adalah transplantasi hati yang diikuti dengan perbaikan dan fungsi ginjal.

Perdarahan karena pecahnya Varises Esofagus. Kasus ini merupakan kasus emergensi sehingga penentuan etiologi sering dinomor duakan, namun yang paling penting adalah penanganannya lebih dulu. Prinsip penanganan yang utama adalah tindakan resusitasi sampai keadaan pasien stabil, dalam keadaan ini maka dilakukan :

ü  Pasien diistirahatkan dan dipuasakan

ü  Pemasangan IVFD berupa garam fisiologis dan kalau perlu transfusi

ü  Pemasangan Naso Gastric Tube, hal ini mempunyai banyak  kegunaannya, yaitu untuk mengetahui perdarahan, cooling dengan es, pemberian obat-obatan, evaluasi darah

ü  Pemberian obat-obatan berupa antasida, ARH2, Antifibrinolitik,Vitamin K, Vasopressin, Octriotide, dan Somatostatin

ü  Disamping itu diperlukan tindakan-tindakan lain dalam rangka menghentikan perdarahan misalnya Pemasangan Ballon Tamponade dan Tindakan Skleroterapi / Ligasi atau Oesophageal Transection.

  1. 4. Ensefalopati Hepatik

Suatu sindrom neuropsikiatri yang didapatkan pada penderita penyakit hati menahun, mulai dari gangguan ritme tidur, perubahan kepribadian, gelisah sampai ke pre koma dan koma. Pada umumnya Enselopati Hepatik pada Sirosis Hati disebabkan adanya faktor pencetus, antara lain: infeksi, perdarahan gastro intestinal, obat-obat yang hepatotoxic.

Prinsip penggunaan ada 3 sasaran :

  1. Mengenali dan mengobati gejala-gejala yang timbul
  2. Intervensi untuk menurunkan produksi dan absorpsi amoniak serta toxin-toxin yang berasal dari usus dengan jalan :
    1. Diet rendah protein
    2. Pemberian antibiotik (neomisin)
    3. Pemberian lactulose/ lactikol
    4. Obat-obat yang memodifikasi Balance Neutronsmiter

-       Secara langsung (Bromocriptin,Flumazemil)

-       Tak langsung (Pemberian AARS)

Leave a Comment